PROGRAM "KEPUE DUE" GEF, SGP, TIM KAMPUNG ADAT DARA RAE DAB'A TELAH MENANAM RATUSAN POHON LONTAR DI DESA LEDEAE DAN RAMEDUE.

Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur mengakui bahwa mereka lahir besar dengan mengkonsumsi air nira lontar dan gula air yang bersumber dari pohon lontar itu.
                                Sumber : Demoplot KADRD 

Pada tanggal 24 Juni 2024, Tim Kampung Adat Dara Rae Daba, program Kepue Due mitra kerja GEF SGP mengadakan riset laju pertumbuhan lontar dari mulai tumbuh tunas akar dari biji Wokeke atau Saboak dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut yang bertempat di wilayah RT 007 RW 004 Dusun 2 Desa Ledeae lebih tepatnya do perbatasan wilayah DesaLedeae an Desa Ramedue.

Tim Kampung Adat Dara Rae Daba, Project Manager, Oktalinfia Leslie Nangkiawa, Project Officer, Nguru Kolo, Fasilitator lapangan Hae Huke dan Lebe Kolo, bendahara Mega Alviana Putri Johana Djara. “Mengatakan bahwa saat ini kami para peneliti belum mengetahui bagaimana tingkat pertumbuhan lontar dari awal hingga tiba waktunya lontar bisa berbuah dan bisa dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Tim Kampung Adat Dara Rae Daba juga mengaku, “ kami saat ini dalam proses menanam di lahan pekarangan rumah warga sudah mencapai 300 tunas dan juga berhasil memberikan pencerahan kepada masyarakat agar bisa melindungi pohon lontar supaya bisa di manfaatkan dari anak cucu atau generasi yang akan datang nanti,” ujarnya.

Menurut pengakuan Opa Koro Tarru sebagai tokoh adat mengatakan, “ kami beryukur dengan kedatangan adik-adik kami kesini, guna mengingatkan atau mengetuk hati kami beryukur dengan kedatangan adik-adik kami kesini, guna mengingatkan atau mengetuk hati kami untuk menanam kembali dan memelihara dan menjaga lontar yang ada saat ini dan mereka juga berkeinginan untuk meningkatkan produk dari hasil Lontar ini,”ujarnya.

Sehingga masyarakat sangat semangat dalam menanam kembali lontar dan masyarakat juga sangat tergiur dengan peningkatan produk dari hasil Lontar yang dapat mereka tiru untuk dijual menghasilkan pendapatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka.

Masyarakat juga berharap kerjasama pemerintah setempat mempermudah akses pasar dan mendukung desain produk lontar yang akan dibuat nantinya dalam hal ini produk gula semut dan fit bar beserta produk lainnya sebagai produk lokal Sabu Raijua.

Penulis : Ng_k

Komentar